Yah, begitulah kira-kira..
Setidaknya itu yang dialami beberapa rekan lain. Setelah gelombang pemutusan kontrak yang terjadi di beberapa perusahaan (lihat post 2009 tough year), beberapa rekan yang lain akhirnya juga terkena imbas perekonomian saat ini. Mereka adalah orang-orang yang dipertahankan oleh perusahaannya sampai saat ini. Tapi karena memang dasarnya proyek sedang seret, akhirnya mereka terkena pemotongan gaji... phew...
Trus nerima? Dalam kondisi seperti ini, sepertinya sih kebijakan itu "bisa dimengerti", walau belum tentu bisa diterima. Trus gimana? Ya menurut saya seperti biasa ketika menghadapi kebijakan perusahaan yang tidak bisa dinegosiasi. Terima saja, tetap kerja sebaik mungkin, dan rencanakan apa kira-kira yang jadi kompensasinya jika nanti ekonomi sudah membaik.. hehehe...
Kalau tetap tidak terima? Anda harus punya dasar kenapa anda tidak terima akan hal ini. Pertanyaannya, jika anda memilih resign dan kerja sendiri, apa hasilnya akan sebaik yang anda terima sekarang? Atau jika anda memilih pindah ke perusahaan lain, apa ada perusahaan yang bakal menerima anda dengan paket gaji dan benefit (minimal) sebaik yang anda terima sekarang? Jika jawabannya adalah ya, maka memang sebaiknya anda wiraswasta ataupun pindah ke perusahaan lain saja. Mudah kan?
Namun jika jawabannya adalah tidak, maka baiknya berpikir positif saja, daripada "marah tidak beralasan" yang ujungnya justru menurunkan performa anda. Hal ini justru berpotensi membuat anda menjadi "kandidat kuat" untuk didepak jika ada pengurangan karyawan lagi.
Jadi, tetap semangat!
Nugraha
Showing posts with label Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Manajemen. Show all posts
Thursday, March 5, 2009
Monday, February 9, 2009
Aktifitas kantor: Go Kart racing
Dikit lagiii... Keras kepala memang..! Padahal cuma kurang dari semeter lagi bisa kukejar si Izadiq. Walah.. gak sampe.. tikungan terakhir dah di depan mata. Beneran, Izadiq langsung motong jalurku, terpaksa ngikut jalur! Wrroeengg... Wah, dianya menjauh lagi! Lho, ada 5 pembalap laen didepan dengan jarak yang dekat-dekat? Berarti ada kesempatan bagus di tikungan berikutnya! Wah, Izadiq ambil jalur luar, kesempatan bagus motong dia dari jalur dalam! Asyiikk bakal lewat lu... GUBRAKKKK!!!!!!!
Olalaaa... si Haniff rupanya spin, Johari lakinya Shima udah telat untuk mengelak dan pasrah ngeliat kartnya nambrak Hanif dari samping, dan tanpa ampun langsung ku hajar dari belakang... Alamaaakkk... Ini rupanya kenapa si Izadiq ambil jalur luar.. Gokart ini masih yang pertama buat rekan-rekan kantorku, jadi kemungkinan spin dan mengelak dari kecelakan sangat tinggi.. Harusnya ku masukkan dalam pertimbangan waktu milih racing line tadi.. Lewat lah sudah kesempatan masuk final race.. Phewww...
7 Februari 2009 jam 12 siang (puanaaassss), kantorku buat acara gokartan di Shah Alam Stadium Track. Aku yang sialnya dipilih sebagai Presiden Klub kantorku bulan Desember lalu (karena yang lain hampir semua dah pernah menjabat), otomatis jadi orang paling sibuk di acara kantor, alias gak bebas menikmati acara. Gak pa pa lah, yang penting acara jalan dengan baik, walau agak tersendat, karena perubahan skema balapan yang tidak sesuai dengan yang telah kupersiapkan. Walhasil, "Racing_Spreadsheet" yang udah kupersiapkan jauh-jauh hari untk menghitung waktu lap dan penentuan pemenang, hampir tidak terpakai. Kalau mempertimbangkan bahwa data yang dimasukkan ternyata tidak akurat (masa ada yang mencatat, seseorang punya lap time cuma 28 detik, padahal rata-rata ambil waktu minimal 90 detik??? wah, Schumacher pun lewat dong), artinya spreadsheet yang rencananya bakal ku bangga-banggakan itu, akhirnya tak berguna sedikitpun... oh.. sedihnya..
Acara kali ini memang menekankan unsur kompetisi. Bagiku, idenya adalah membiasakan diri dalam persaingan, perencanaan dan perhitungan. Izadiq yang terlepas dari tabrakan beruntun di jalur dalam karena memilih jalur luar, mudah-mudahan adalah hasil dari perhitungan cermat menilai situasi. Aku percaya ini akan membawa hal positif dalam pola pikir rekan kantor, yang ujungnya diharapkan bisa meningkatkan performa dalam pekerjaannya sehari-hari.
Setelah fokus di persaingan individu, berikutnya mungkin aku akan berlanjut ke unsur-unsur yang lebih fokus kepada team work. Terus terang aku belum bisa memastikannya dalam bentuk aktifitas apa, tapi melihat feedback yang sangat positif di gokart-an kali ini, jadi terlintas ide untuk buat acara gokart-an lagi.. hehehehe. Soalnya ada format gokart endurance race yang mirip dengan lomba secara estafet. Kayanya asyik ya..?
Regards,
Nugraha
Olalaaa... si Haniff rupanya spin, Johari lakinya Shima udah telat untuk mengelak dan pasrah ngeliat kartnya nambrak Hanif dari samping, dan tanpa ampun langsung ku hajar dari belakang... Alamaaakkk... Ini rupanya kenapa si Izadiq ambil jalur luar.. Gokart ini masih yang pertama buat rekan-rekan kantorku, jadi kemungkinan spin dan mengelak dari kecelakan sangat tinggi.. Harusnya ku masukkan dalam pertimbangan waktu milih racing line tadi.. Lewat lah sudah kesempatan masuk final race.. Phewww...
7 Februari 2009 jam 12 siang (puanaaassss), kantorku buat acara gokartan di Shah Alam Stadium Track. Aku yang sialnya dipilih sebagai Presiden Klub kantorku bulan Desember lalu (karena yang lain hampir semua dah pernah menjabat), otomatis jadi orang paling sibuk di acara kantor, alias gak bebas menikmati acara. Gak pa pa lah, yang penting acara jalan dengan baik, walau agak tersendat, karena perubahan skema balapan yang tidak sesuai dengan yang telah kupersiapkan. Walhasil, "Racing_Spreadsheet" yang udah kupersiapkan jauh-jauh hari untk menghitung waktu lap dan penentuan pemenang, hampir tidak terpakai. Kalau mempertimbangkan bahwa data yang dimasukkan ternyata tidak akurat (masa ada yang mencatat, seseorang punya lap time cuma 28 detik, padahal rata-rata ambil waktu minimal 90 detik??? wah, Schumacher pun lewat dong), artinya spreadsheet yang rencananya bakal ku bangga-banggakan itu, akhirnya tak berguna sedikitpun... oh.. sedihnya..
Acara kali ini memang menekankan unsur kompetisi. Bagiku, idenya adalah membiasakan diri dalam persaingan, perencanaan dan perhitungan. Izadiq yang terlepas dari tabrakan beruntun di jalur dalam karena memilih jalur luar, mudah-mudahan adalah hasil dari perhitungan cermat menilai situasi. Aku percaya ini akan membawa hal positif dalam pola pikir rekan kantor, yang ujungnya diharapkan bisa meningkatkan performa dalam pekerjaannya sehari-hari.
Setelah fokus di persaingan individu, berikutnya mungkin aku akan berlanjut ke unsur-unsur yang lebih fokus kepada team work. Terus terang aku belum bisa memastikannya dalam bentuk aktifitas apa, tapi melihat feedback yang sangat positif di gokart-an kali ini, jadi terlintas ide untuk buat acara gokart-an lagi.. hehehehe. Soalnya ada format gokart endurance race yang mirip dengan lomba secara estafet. Kayanya asyik ya..?
Regards,
Nugraha
Sunday, February 8, 2009
Bussiness Attitude
Sejak bulan lalu klub kantor kami (semacam pengurus kegiatan-kegiatan untuk para staf) sedang merencanakan suatu kegiatan yang mendebarkan: Go Kart racing! Saya yang kebetulan terpilih sebagai presiden klub Desember lalu (gak bisa jadi presiden Indonesia, jadi presiden klub pun oke lah.. hehehe), sedang merencanakan untuk buat racingnya tanggal 7 Feb 09. Sebenarnya rencana awal adalah 31 Jan 09, tapi gagal total karena hujan.
Ada 2 track yang berdekatan dengan kantor kami. Saya lobi track A untuk turunkan harga (RM 27.5/session/orang), tapi tak berhasil, walau sudah bilang kita ada 40 orang. Padahal mereka akan dapat penjualan sekitar RM2500 (sekitar Rp 7.9 jt) hanya dalam beberapa jam. Mereka sarankan untuk ambil paket Corporate dengan segala fasilitasnya. Yang buat saya tak habis pikir, setelah dikalkulasi, harga std RM27.5/session langsung meroket jadi sepadan dengan RM 70/session (naik jadi 255%).
Padahal di track B, yang harga per session-nya adalah RM35, kalo ambil paket Corporate (juga dengan fasilitas tambahan yang sama), dikalkulasi jadi RM48/session. Walau harga dasarnya lebih mahal, tapi harga Corporate-nya masuk akal. Dan ternyata memang jadinya lebih murah. Setelah negosiasi, track B malah menurunkan harga std-nya jadi RM30/session jika tak memilih paket Corporate, karena kami ada 40 orang.
Inti dari cerita saya adalah, 2 track management tadi memilki bussiness attitude yang sangat berbeda. Di track A mereka seolah-olah punya prinsip, ini tawaran kami, kalau sanggup silakan, kalo keberatan ya udah gak apa apa. Ditambah lagi, sepertinya bussiness aptitude-nya juga kurang jalan. Mereka tidak mengerti apa yang salah dengan harga yang menjadi 255% lebih mahal. Oh my God... hanya dengan tambahan beberapa fasilitas, harga bisa melonjak jadi 255%, dan mereka anggap tidak ada yang salah? Atau malah mereka tidak tau salahnya dimana? Oh my God...
Di track B, walau harga dasarnya lebih mahal, dan ternyata diatas budget pelanggan, mereka membuka diskusi bagaimana supaya deal. Menurut saya ini baru orang-orang yang punya bussiness attitude yang bagus, terutama di saat-saat sekarang orang sedang benar-benar mengkalkulasi pengeluaran. Sementara service mereka kan bukan sembako yang pasti dibeli orang. Jadi akhirnya saya putuskan untuk buat Go Kart racingnya di track B.
Sebagai catatan tambahan, saya tau lokasi track A karena kebetulan sering saya lewati. Tapi track A tidak punya website khusus, tidak punya email khusus (misal nama@trackA.com) dan tidak dipublish karena tak ada websitenya, dan yang lebih buat saya geleng-geleng kepala, mereka tidak punya telepon ataupun fax kantornya! Jadi untuk mendapatkan cara mengkontak mereka, susah nya minta ampun. Akhirnya saya baru dapat kontak mereka dari rekan saya yang kebetulan pernah main disitu. Pheewww... Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana sebuah bisnis yang jalan dengan modal sangat besar, tidak mempublikasikan dirinya secara cukup. Kalau dilihat dari jumlah pelanggannya, track B memang kelihatan lebih banyak. Sangat mungkin masalah manajemennya ini adalah salah satu sebab utamanya.
Jadi kalau rekan-rekan (dan saya juga) nanti buat bisnis sendiri (mana amiinn-nya?), pastikan bisnis kita diketahui orang dengan mudah, dan manajemennya ditata bener-bener, supaya bisa jalan secara optimal.
Regards,
Nugraha
Ada 2 track yang berdekatan dengan kantor kami. Saya lobi track A untuk turunkan harga (RM 27.5/session/orang), tapi tak berhasil, walau sudah bilang kita ada 40 orang. Padahal mereka akan dapat penjualan sekitar RM2500 (sekitar Rp 7.9 jt) hanya dalam beberapa jam. Mereka sarankan untuk ambil paket Corporate dengan segala fasilitasnya. Yang buat saya tak habis pikir, setelah dikalkulasi, harga std RM27.5/session langsung meroket jadi sepadan dengan RM 70/session (naik jadi 255%).
Padahal di track B, yang harga per session-nya adalah RM35, kalo ambil paket Corporate (juga dengan fasilitas tambahan yang sama), dikalkulasi jadi RM48/session. Walau harga dasarnya lebih mahal, tapi harga Corporate-nya masuk akal. Dan ternyata memang jadinya lebih murah. Setelah negosiasi, track B malah menurunkan harga std-nya jadi RM30/session jika tak memilih paket Corporate, karena kami ada 40 orang.
Inti dari cerita saya adalah, 2 track management tadi memilki bussiness attitude yang sangat berbeda. Di track A mereka seolah-olah punya prinsip, ini tawaran kami, kalau sanggup silakan, kalo keberatan ya udah gak apa apa. Ditambah lagi, sepertinya bussiness aptitude-nya juga kurang jalan. Mereka tidak mengerti apa yang salah dengan harga yang menjadi 255% lebih mahal. Oh my God... hanya dengan tambahan beberapa fasilitas, harga bisa melonjak jadi 255%, dan mereka anggap tidak ada yang salah? Atau malah mereka tidak tau salahnya dimana? Oh my God...
Di track B, walau harga dasarnya lebih mahal, dan ternyata diatas budget pelanggan, mereka membuka diskusi bagaimana supaya deal. Menurut saya ini baru orang-orang yang punya bussiness attitude yang bagus, terutama di saat-saat sekarang orang sedang benar-benar mengkalkulasi pengeluaran. Sementara service mereka kan bukan sembako yang pasti dibeli orang. Jadi akhirnya saya putuskan untuk buat Go Kart racingnya di track B.
Sebagai catatan tambahan, saya tau lokasi track A karena kebetulan sering saya lewati. Tapi track A tidak punya website khusus, tidak punya email khusus (misal nama@trackA.com) dan tidak dipublish karena tak ada websitenya, dan yang lebih buat saya geleng-geleng kepala, mereka tidak punya telepon ataupun fax kantornya! Jadi untuk mendapatkan cara mengkontak mereka, susah nya minta ampun. Akhirnya saya baru dapat kontak mereka dari rekan saya yang kebetulan pernah main disitu. Pheewww... Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana sebuah bisnis yang jalan dengan modal sangat besar, tidak mempublikasikan dirinya secara cukup. Kalau dilihat dari jumlah pelanggannya, track B memang kelihatan lebih banyak. Sangat mungkin masalah manajemennya ini adalah salah satu sebab utamanya.
Jadi kalau rekan-rekan (dan saya juga) nanti buat bisnis sendiri (mana amiinn-nya?), pastikan bisnis kita diketahui orang dengan mudah, dan manajemennya ditata bener-bener, supaya bisa jalan secara optimal.
Regards,
Nugraha
Sunday, February 1, 2009
Tekla Indonesia
Beberapa bulan lalu saya dapat kabar bagus dari orang Tekla Malaysia, bahwa salah satu rekan, Pamadaraji (Ajie) sedang dipertimbangkan untuk direkrut. Tidak mengejutkan buat saya, karena Ajie memang salah satu rekan yang paling semangat dalam pengembangan/kustomisasi Tekla Structures di tempat kerjanya. Determinasinya tinggi sekali dalam pemecahan masalah maupun pengembangan sesuatu yang masih sangat baru. User yang memakai TS/Xsteel dengan paradigma lama, saya menyebutnya user konvensional karena kurang biasa memakai feature baru, bakal tidak mengerti sama sekali tentang apa yang sedang diutak-atik oleh Ajie. Jika sudah begitu, tunggu saja, dalam beberapa waktu maka Ajie akan datang dengan pengembangan baru.. :)
Beberapa minggu lalu, nomor Malaysia rekan saya yang lain, Deno, menelpon saya. Kirain si Deno, ternyata eh ternyata si Ajie yang nelpon. Beliau sedang ada di Hotel Cititel di Mid Valley Mall, untuk menghadiri salah satu training Tekla. Ternyata rekan kita ini sudah resmi direkrut oleh Tekla Malaysia untuk mendirikan sekaligus mengurus Tekla Indonesia di Jakarta. Ini berita yang sangat bagus buat komunitas Tekla users di Indonesia, karena Tekla hadir tidak hanya sebagai reseller, tapi juga sebagai representatif resmi. Artinya, technical problems akan ditangani secara lebih profesional.
Sayangnya saya tak sempat berjumpa dengan Ajie waktu itu. Tapi yang penting tali silaturahim tetap tersambung, dan mudah-mudahan ada kesempatan lain di waktu yang akan datang.
Semoga sukses, Ajie! Semoga sukses Tekla Indonesia!
regards,
MC Nugraha
Beberapa minggu lalu, nomor Malaysia rekan saya yang lain, Deno, menelpon saya. Kirain si Deno, ternyata eh ternyata si Ajie yang nelpon. Beliau sedang ada di Hotel Cititel di Mid Valley Mall, untuk menghadiri salah satu training Tekla. Ternyata rekan kita ini sudah resmi direkrut oleh Tekla Malaysia untuk mendirikan sekaligus mengurus Tekla Indonesia di Jakarta. Ini berita yang sangat bagus buat komunitas Tekla users di Indonesia, karena Tekla hadir tidak hanya sebagai reseller, tapi juga sebagai representatif resmi. Artinya, technical problems akan ditangani secara lebih profesional.
Sayangnya saya tak sempat berjumpa dengan Ajie waktu itu. Tapi yang penting tali silaturahim tetap tersambung, dan mudah-mudahan ada kesempatan lain di waktu yang akan datang.
Semoga sukses, Ajie! Semoga sukses Tekla Indonesia!
regards,
MC Nugraha
Subscribe to:
Posts (Atom)